KURSUS PELATIH TEMBAK TEMPUR KORPS MARINIR RESMI BERAKHIR

Dispen Kormar (Situbondo). Komandan Kolatmar Kolonel Marinir Wurjanto yang diwakili Komandan Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) Baluran Mayor Marinir Supriyadi M. Tr.Hanla secara resmi menutup Kursus Pelatih Tembak Tempur Korps Marinir TA.2018 di lapangan Puslatpurmar Baluran, Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo. Selasa (08/05/2018).

 

 

Dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Puslatpurmar-5 Baluran, Komandan Kolatmar mengatakan, Kursus Pelatih Tembak Tempur merupakan sarana untuk meningkatkan, memantapkan kemampuan dan keterampilan sebagai pengawak organisasi di lingkungan Korps Marinir.

 

 

Selama satu bulan mengikuti kursus, lanjutnya, para peserta telah menunjukkan keseriusan, ketaatan dan penuh semangat dalam mengikuti praktek kegiatan, semua materi kursus baik secara teori maupun praktek di lapangan telah diberikan oleh instruktur, dengan harapan setelah mengikuti kursus dapat diaplikasikan di kesatuan masing-masing.

 

 

Disampaikan juga oleh Komandan Kolatmar bahwa pihak penyelenggara telah berusaha secara optimal dalam upaya meningkatkan hasil kualitas kursus, namun perlu disadari bersama bahwa dalam pelaksanaannya masih banyak kendala atau kekurangan baik sarana maupun prasarana. “Kekurangan atau kendala yang ada, jadikan bahan kajian atau evaluasi agar penyelenggaraan kursus yang akan datang dapat lebih baik,” tegasnya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut Komandan Kolatmar menyampaikan ucapan terima kasih kepada instruktur, pelatih dan pendukung serta peserta kursus atas jerih payahnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai yang direncanakan.

 

 

Sebelum mengakhiri amanatnya, Komandan Kolatmar berpesan kepada seluruh peserta kursus agar tetap berlatih dan mempelajari semua ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kursus, selain itu dengan bertambahnya ilmu agar tidak lupa diri dan besar kepala, tetapi agar dijadikan sebagai pemicu untuk memacu prestasi kearah yang lebih baik dengan berpedoman pada ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.

 

Usai upacara penutupan, rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama.