PRAJURIT BATALYON INTAI AMFIBI-2 MARINIR GAGALKAN PENYELUNDUPAN SENJATA

Dispen Kormar (Batam). Prajurit Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) berhasil menggagalkan penyelundupan senjata dari luar negeri ke Sumatera di pantai Mirota, Galang-Kepulauan Riau, Rabu (30/08/2017).

Peristiwa tersebut berawal saat para prajurit Yontaifib-2 Mar yang sedang melaksanakan latihan di Tanjung Pinang mendapat perintah dari satuan atas untuk membentuk satuan tugas khusus dalam rangka melaksanakan operasi penculikan terhadap pimpinan kelompok orang tidak dikenal (OTK) yang akan melakukan kegiatan ilegal berupa peyelundupan sejata ke wilayah Sumatera.

Setelah terbentuk Satgas Khusus tersebut, Komandan Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir, Letkol Marinir Rino Rianto, segera menerjunkan tim Raid di bawah pimpinan Kapten Marinir Huda yang menempati posko di Tanjungpinang melalui infiltrasi udara dengan terjun tempur yang diangkut pesawat Cassa 212. Selanjutnya tim tersebut melaksanakan infiltrasi atas permukaan dengan perahu karet dan sea rider.

Setelah menempati posisi, Tim sniper yang diinfiltrasikan melalui terjun tempur melumpuhkan OTK yang sedang berjaga, setelah dilumpuhkan tim penyerang masuk ke sasaran dan melaksanakan penculikan terhadap target. Dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus Korps Marinir TNI AL, prajurit Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir berhasil melumpuhkan dan menangkap pimpinan kelompok OTK sebagai tawanan.  

Namun pada saat menuju pickup point ternyata ada perkuatan musuh yang datang membantu, dan akhirnya terjadilah hot extract. Karena perkuatan musuh terlalu kuat maka Dantim Raid meminta bantuan tembakan senjata otomatis dari Sea rider, sehingga seluruh tim penyerang dapat mundur dengan aman.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skenario latihan Raid Amfibi yang dilatihkan dalam "Latihan Fungsi Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir TA. 2017 yang disaksikan langsung oleh  Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H, M.H, M.Tr (Han), dan Komandan Pasmar-2 (Danpasmar) Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah beserta rombongan Perwira Korps Marinir.

Dalam simulasi latihan yang menggunakan munisi tajam sehingga mengandung resiko yang sangat tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertempur prajurit serta profesionalisme prajurit Yontaifib-2 Mar dalam menghadapi penugasan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).